Naskah Simposium guru 2014
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Perkembangan zaman yang semakin modern terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan (Hamid 2009).
Pada satu sisi era globalisasi memberikan perubahan terus menerus dan menimbulkan banyak pergeseran dalam berbagai aspek kehidupan manusia seiring gejolak globalisasi yang semakin melanda. Globalisasi ekonomi, politik, pendidikan, membawa cakrawala baru, menorehkan harapan-harapan baru, tetapi sekaligus juga membawa tantangan-tantangan baru bagi semua bangsa di dunia. Ada kemajuan, keterbukaan, namun ada juga keperihatinan-keperihatinan tertentu yang menyembul dari hati bangsa terutama mengenai dampak pesatnya ilmu pengetahuan terhadap karakter peserta didik. Dalam situasi antara harapan dan tantangan ini, eksistensi dan peran guru kimia dalam meningkatkan mutu pendidikan semakin aktual untuk dipertanyakan. Sejauh mana peran guru kimia dalam memberi kontribusi terhadap prestasi peserta didiknya. Eksistensi guru kimia dalam mentansfer ilmu kimia dengan konsep PAIKEM yaitu Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan sengaja dijadikan sorotan di sini. Hal ini dikarenakan ilmu kimia memuat sekali banyak sekali materi yang dianggap sulit karena selain pemahaman, hitungan dan hafalan. Oleh karena itu, merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bahwa pemilihan metode, model, strategi yang tepat mutlak di lakukan oleh guru kimia.
Perkembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat menuntut pengadaan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, siswa SMK perlu dibekali dengan berbagai keahlian. Salah satu ciri SMK adalah diterapkannya Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Bentuk penerapan PSG di SMK Negeri 1 Purworejo adalah pelaksanaan program Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang dilaksanakan di Tingkat 2 atau Kelas XI. Siswa melaksanakan Prakerin selama 2 bulan di Industri. Selain melaksanakan Prakerin, siswa juga masih diwajibkan tetap mengikuti materi pelajaran pada semester tersebut. Selama ini pada saat prakerin siswa dibekali dengan modul pembelajaran yang bisa dipelajari sendiri di sela-sela kesibukan di dunia industri, namun hasilnya masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil pembelajaran siswa 100% masih di bawah KKM.
Mencermati dari beberapa permasalahan yang penulis uraikan di atas, upaya meningkatkan hasil belajar kimia sangat penting dengan melakukan pembelajaran yang menyenangkan.
Berdasarkan pengalaman penulis mengajar di SMK Negeri 1 Purworejo, jumlah jam pembelajaran Kimia di SMK kelas XI semester 4, hanya 2 jam/ minggu. Jumlah tersebut merupakan waktu yang pendek, apalagi siswa juga sedang mengikuti prakerin. Hal ini menuntut guru untuk lebih memanfaatkan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan materi dengan tepat.
- Pendekatan Penyelesaian Masalah
Berdasarkan pengalaman penulis mengajar di SMK Negeri 1 Purworejo, kolaborasi beberapa metode pengajaran kimia merupakan pilihan yang paling tepat dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan penggabungan beberapa metode selain dapat merangsang siswa untuk belajar lebih giat lagi di sela-sela kegiatan prakerin.
Melalui penulisan ini penulis akan mencoba menggagas paradigma baru pembelajaran Kimia “Berjas” (berbasis Jejaring Sosial) dilengkapi dengan “VT” (Video Tutorial) pada materi Pembelajaran Kimia kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Purworejo tahun Pelajaran 2013/2014.
- C. Tujuan
- Meningkatkan hasil belajar s
- Mengetahui proses implementasikan model “Berjas VT” pada materi Kimia kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Purworejo tahun Pelajaran 2013/2014.
- Mengetahui keuntungan dan keunggulan pembelajaran Kimia dengan menggunakan metode “Berjas VT”.
- D. Manfaat
- Manfaat teoritis
Dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pendidikan di bidang kajian desain dan strategi pembelajaran di kelas.
- Manfaat praktis
- Bagi Siswa
- Dapat meningkatkan hasil
- Dapat memanfatkan di sela-sela waktu prakerin untuk mempelajari materi mandiri ataupun berkelompok.
- Bagi Peneliti
Metode “Berjas VT” untuk meningkatkan hasil belajar materi Kimia bagi siswa kelas XI Teknik Pemesinan-A SMK Negeri 1 Purworejo semester 2 Tahun 2013/2014.
- Bagi Teman Sejawat
- Sebagai acuan dalam pembelajaran yang menggunakan metode berbasis Jejaring Sosial.
- Sebagai rujukan dalam peningkatan mutu pengelolaan kelas jarak jauh.
- Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Kimia.
- memberikan masukan atau pedoman kepada guru kimia khususnya dan guru materi pelajaran lain yang mengajar di jurusan Teknik Pemesinan pada umumnya untuk menerapkan strategi pembelajaran “Berjas VT” pada saat siswa melaksanakan prakerin.
BAB II
PEMBAHASAN
- Alasan Pemilihan Metode “Berjas VT”
Penggunaan Metode “Berjas VT” yang penulis laksanakan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran Kimia di kelas XI Teknik Pemesianan SMK Negeri 1 Purworejo dengan alasan sebagai berikut:
- Kenyataan tuntutan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mewajibkan siswa untuk melaksanakan prakerin di dunia industri di dalam proses pembelajarannya.
- Siswa pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesianan SMK Negeri 1 Purworejo melaksanakan prakerin di kelas XI, namun karena terbatasnya dunia industri dalam menerima siswa prakerin makan prakerin dilakukan dengan sistem roling. Efek pada sistem ini karena prakerin dilakukan dalam 2 bulan maka pada 1 semester ada setengah kelas di industri dan setengah kelas yang lain di sekolah.
- Guru pengajar kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran karena dalam 1 semester ada 2 kelompok siswa yang berbeda yang harus diberi materi yang sama. ( jika kelompok pertama di sekolah kelompok kedua di industri begitu sebaliknya).
- Tiap siswa rata-rata telah memiliki alat komunikasi yang di dalamnya telah terfasilitasi untuk media jejaring sosial.
- Implementasi
Implementasi Model pembelajaran “berjas VT” yang telah penulis laksanakan di Sekolah sebagai berikut:
- Sebelum Prakerin
a). Membuat Group di facebook
Sebelum siswa berangkat prakerin diwajibkan mempunyai akun facebook dan memasukkan dalam satu grup. Grup ini merupakan jejaring sosial yang akan menjadi sarana komunikasi antara guru dan siswa pada saat siswa di dunia industri.
Gambar 1. Grup TPA Solid We Do
b).Membuat Video Tutorial
Siswa telah mempunyai bekal modul pembelajaran kimia namun untuk mempermudah penerimaan materi pembelajaran maka dilengkapi dengan Video Tutorial. Video Tutorial dibuat sendiri oleh guru di bantu dengan guru lain dalam menyusun video tersebut, karena dalam video ini dibuat dengan sedemikian rupa sehingga siswa di tempat prakerin dapat mengupload dan membuka video pembelajaran tersebut melalui netbook ataupun menggunakan hand phone.
Gambar 2. Proses Pengambilan Gambar Video Tutorial
Gambar 3. Proses Perekaman Video Tutorial
- Pada Saat Pelaksanaan Prakerin
a). Guru menginstruksikan ke pada siswa melalui jejaring sosial yang telah di buat (group di face book).
Gambar 4, Instruksi-instruksi guru yang ditampilkan pada group
b). Siswa melaksanakan instruksi dari guru, jika merupakan suatu tugas maka siswa wajib mengerjakan tugas dan dikirim melalui inbox di facebook guru dengan batas waktu tertentu.
Gambar 5. Jawaban-jawaban tugas siswa yang dikirim via in box facebook
c). Jika ada kesulitan, siswa bisa berdiskusi dengan siswa lain di sela-sela waktu luang di dunia industri atau siswa dapat menanyakan langsung ke guru melalui jejaring sosial tersebut setiap waktu setiap saat.
Gambar 6. Diskusi dalam grup face book
Gambar 7. Diskusi Penyelesaian masalah dalam grup
Gambar 8. Video Tutorial yang dapat di upload dari facebook
- d) Penilaian di ambil dari ketapatan jawaban siswa, ketepatan waktu pengiriman tugas serta tes tertulis bersama di kelas setelah prakerin.
Gambar 9. Antusias siswa dalam mengumpulkan tugas
- Hasil atau Dampak yang dicapai dari Metode “Berjas VT”
Hasil yang dicapai dengan menggunakan Metode “Berjas VT” pada pembelajaran kimia semester 4 adalah sebagai berikut:
- Dampak bagi siswa:
a). Siswa dapat menerima materi lebih mudah dan menyenangkan ditinjukkan dengan diagram berikut,
Gambar 10 Di.agram Hasil Evaluasi Sebelum dan Sesudah Menggunakan Metode “Berjas VT”
Dari gambar diatas dapat terlihat jelas terjadi peningkatan yang signifikan kemampuan siswa sebelum dan setelah menggunakan metode Berjas VT, yakni:
- dari nilai terendah yang diperoleh 40 menjadi 72
- dari nilai tetinggi yang diperoleh 68 menjadi 90
- dari nilai rata-rata yang diperoleh 58 menjadi 77,4
- dari KKM 0% hingga mencapai KKM 75%
b). Siswa dapat merasa wajib menyelesaikan tugas.
Gambar 11. Tugas-tugas siswa yang dikirim via inbox
c). Siswa lebih aktif berdiskusi dengan teman di dunia industri pada sela-sela tugas prakerin untuk menyelesaikan tugas materi kimia.
Gambar 12. Diskusi kimia siswa di mess malam hari
d). Siswa lebih aktif berkomunikasi dengan guru jika belum terselesaikan dalam diskusi kelompok.
Gambar 13. Komunikasi Siswa dengan Guu dalam facebook
- Dampak bagi guru:
a). Guru selalu siap setiap saat melayani pertanyaan dari siswa melalui jejaring sosial.
b).Guru lebih mudah memantau kemampuan siswa sehingga kemampuan siswa yang ada di industri dan di sekolah bisa hampir sama, dapat dilihat pada diagram berikut,
Gambar 14. Diagram Hasil Evaluasi Siswa yang tidak melaksanakan Prakerin dan yang melaksanakan Prakerin.
Dari gambar diatas dapat terlihat jelas bahwa tidak herjadi peningkatan yang signifikan kemampuan siswa yang ada di sekolah dengan pembelajaran seperti biasa dan yang berada di industri / sedang melaksanakan prakerin dengan pembelajaran jarak jauh metode berjas VT dan yakni:
- nilai terendah yang diperoleh 74 dan 72
- nilai tetinggi yang diperoleh 94 dan 90
- nilai rata-rata yang diperoleh 80 dan 77,4
- KKM tetap sama yakni 75%
Berdasarkan Gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode berjas VT dapat membantu siswa yang sedang melaksanakan prakerin, hal tersebut dapat dilihat dari hasil evaluasi yang ada di industri dan di sekolah tidak jauh berbeda.
- Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan Model “berjas VT”
Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan Model “berjas VT”
antara lain :
- Kelemahan koneksitas di dunia industri ataupun di sekolah.
- Guru agak lambat menjawab pertanyaan siswa atau sebaliknya karena kadang guru off atau sebaliknya.
- Kebutuhan alat komunikasi siswa jika belum mempunyai hand phone yang belum terfasilitasi sehingga perlu anggaran khusus baik untuk hand phone maupun pulsanya.
- Faktor-faktor pendukung
- Tersedianya Modul Pembelajaran Kimia kelas XI.
- Tersedianya koneksi internet di SMK Negeri 1 Purworej
- Tersedianya dunia industri yang memperbolehkan siswa untuk mengerjakan tugas sekolah di sela-sela tugas prakerin.
- Alternatif pengembangan
Alternatif pengembangan Model “berjas VT” adalah :
- Model “berjas VT” digunakan untuk pembelajaran Kimia pada semua siswa yang melaksanakan prakerin di kelas XI Teknik Pemesinan.
- Model “berjas VT” hendaknya dapat disosialisasikan kepada guru mata pelajaran lain.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL
- Kesimpulan
Dari uraian pembahasan di atas dapat penulis simpulkan sebagai berikut:
- Model “berjas VT” adalah model pembelajaran jarak jauh berbasis jejaring sosial dan Video Tutorial sehingga siswa bisa belajar di sela-sela menyelesaikan tugas prakerin.
- Model “berjas VT” dapat meningkatkan hasil belajar siswa hal ini di tunjukkan dengan perolehan hasil pembelajaran kimia siswa 75% di atas KKM yang sebelumnya belum ada yang memperoleh KKM.
- Model “berjas VT”hampir dapat menyamakan hasil belajar siswa yang di industri dan di sekolah (tidak terjadi perbedaan yang mencolok hasil belajar yang di industri dan di sekolah ), KKM yang diperoleh sama yakni 75%.
- Rumusan Rekomendasi Operasional untuk Implementasi temuan.
Model “berjas VT” ini sangat dibutuhkan dan tepat diterapkan dalam pembelajaran siswa jarak jauh ( siswa ada di dunia industri sedang melaksanakan tugas prakerin).
Model ini juga menyiapkan siswa untuk tidak “gaptek” karena siswa akan memanfaatkan jejaring sosial yang ada khususnya facebook.
Penulis berharap Model “berjas VT” ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi dalam menyiapkan siswa yang berkualitas dan pada gilirannya nanti dapat mencetak generasi emas Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Manfaat Penggunaan Media sebagai Media Pembelajaran. http://arisandi.com. (diakses 29 april 2011).
Anonim. 2011. Pengertian media sosial peran dan fungsinya http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.html (diakses 2 Januari 2014)
Cheppy Riyana. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta: P3AI UPI
maggugun.blogspot.com/2013/07. Manfaat Sosmed. (diakses 31 Desember 2013)
Media Sosial, wibawaadiputra.wordpress.com/2013. Media Sosial.(diaksses 20 Desember 2013)
Munadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran, Sebuah Pendekatan baru, Gaung Persada Press, Ciputat
susilofy.wordpress.com/2010/09/28.Hakikat Belajar.( diakses 31 Desember 2013)
Wahyunursalim.blogsport.com. Tutorial (di akses 22 Desember 2013)
wikipedia.org/wiki/ Media_sosial . Media Sosial (di akses 10 Desember
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Bijak Bermedia Sosial
- Mari Kita Budayakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
- Media Kartu Aksara Kanggo Ningkatake Pasinaon Maca lan Nulis Aksara Jawa
- Mengapa Kurikulum Perlu Berubah ??
- PEMANFAATAN SISA LIMBAH KAYU MENJADI FURNITUR DI BENGKEL BANGUNAN SMK NEGERI 1 PURWOREJO
Kembali ke Atas

