• sampul2
  • oke

Website Resmi SMK NEGERI 1 PURWOREJO

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMK NEGERI 1 PURWOREJO

NPSN : 20306180

Jl.Tentara Pelajar Banyuurip, Purworejo 54171


[email protected]

TLP : 0275 321948


          

Limbah Kayu Kembangkan PKK




Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga) yang dianggap sudah tidak memiliki nilai ekonomis dan tidak bermanfaat bagi lingkungan. Limbah kayu jika dilihat dari wujudnya termasuk golongan limbah padat sedangkan jika dilihat dari senyawa penyusunnya tergolong sebagai limbah organic (limbah yang dapat diuraikan).

Limbah kayu merupakan hal yang sangat wajar dan biasa dijumpai di bengkel jurusan DITF (Desain Interior dan Teknik Furnitur). Selama ini limbah kayu yang dihasilkan hanya dijadikan sebagai kayu bakar. Limbah kayu belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Limbah tersebut seringkali juga mengurangi estetika di daerah sekitar bengkel. Upaya penanganan limbah kayu dengan tepat tentu diperlukan.

Mata pelajaran PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) merupakan mata pelajaran yang membimbing siswa untuk menemukan, membuat, merancang ulang produk prakarya, berupa: kerajinan, rekayasa, dan pengolahan baik untuk karya sendiri maupun karya orang lain. Mata pelajaran ini juga mengembangkan kreatifitas, melalui mencipta, merancang, memodifikasi, dan merekonstruksi berdasarkan pendidikan teknologi dasar, kewirausahaan, dan kearifan lokal. Siswa juga diharapkan dapat menjadi innovator, menumbuhkan pola pikir teknologis dan estetis, cekatan, ekonomis, dan praktis.

Keberadaan mata pelajaran PKK (Produk Kreatif dan Kewirausahaan) pada jurusan DITF (Desain Interior dan Teknik Furnitur) utamanya aspek rekayasa memudahkan guru untuk memunculkan sebuah gagasan penanganan limbah kayu dengan benar. Materi pada mata pelajaran ini membantu memberikan petunjuk dalam merancang dan mengembangkan kreatifitas siswa untuk menciptakan produk yang kreatif, inovatif, dengan harga ekonomis dan kompetitif.

Pembuatan sebuah produk kreatif dari limbah kayu ini melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan, pada tahap ini guru memfasilitasi siswa untuk melakukan aktifitas curah pendapat. Jenis limbah, ukuran, dan jenis produk harus dipertimbangkan. Siswa diberi kebebasan untuk memunculkan ide. Ide-ide tersebut dapat dimunculkan melalui sebuah studi model. Studi model diperoleh melalui literasi, pengamatan, maupun pengalaman pribadi.

Selanjutnya siswa diminta untuk membuat sebuah rancangan sketsa gambar produk yang diinginkannya. Sketsa gambar diperlukan untuk mendapatkan gambaran rancangan produk yang diinginkan. Guru membuka ruang diskusi bagi siswa untuk menentukan rancangan produk kreatif yang digemari masyarakat. Proses akhir pada tahap persiapan ini adalah membuat gambar kerja. Gambar kerja penting untuk menentukan bahan yang dibutuhkan dan teknik yang diperlukan untuk mewujudkan produk.

Tahap kedua merupakan tahap produksi, pada tahap ini siswa akan dibimbing guru untuk mewujudkan produknya. Produk yang dihasilkan kemudian melewati tahap ketiga berupa finishing. Finishing diperlukan untuk memunculkan ciri khas/kelebihan produk. Tahap terakhir yang harus dilewati adalah tahap penentuan harga dan pengemasan. Harga yang ditetapkan harus kompetitif dan kemasan yang dipilih harus ‘eye cacthing’ sehingga menarik perhatian. Hasil produk karya siswa ini kemudian dipasarkan melalui unit TeFa (Teaching Factory) yang dimiliki jurusan DITF.

Pengelolaan limbah kayu yang diubah menjadi produk kreatif ini memunculkan aura positif bagi siswa untuk menghasilkan karya-karya baru yang lebih kreatif dan inovatif. Siswa lebih bersemangat ketika produk karyanya diminati saat melakukan gelar karya/pameran. Tak ada salahnya mengembangkan produk-produk yang lebih kreatif, inovatif, dengan harga kompetitif lagi di masa yang akan datang. Semangat menumbuhkan kreatifitas dan terus berkarya.

    




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :





   Kembali ke Atas