Lanskap Sebagai Ajang Kreativitas Siswa DITF

Arsitektur lanskap merupakan sebuah ilmu seni taman yang mempelajari tentang seni pengaturan lanskap di ruang terbuka atau alam terbuka, dengan mengkombinasikan elemen lanskap alami dan buatan manusia. Hal ini diharapkan akan menciptakan sebuah karya lingkungan yang fungsional dan indah secara estetika. Lanskap juga dipercaya memperbaiki ekosistem lingkungan karena memperluas ruang terbuka hijau.
Arsitektur lanskap saat ini marak digunakan tidak hanya pada ruang terbuka makro seperti taman kota namun juga diterapkan juga secara mikro di pemukiman. Pengembangan lanskap di pemukiman banyak diminati sehingga layak dikembangkan. Lanskap di pemukiman saat ini menjadi trend dan membuka banyak peluang bagi pelaku bisnis di bidang desain interior maupun di bidang property.
Lanskap yang dipelajari di kompetensi keahlian DITF (Desain Interior dan Teknik Furnitur) SMK Negeri 1 Purworejo merupakan pengembangan dari materi sketsa. Pada materi sketsa, siswa dibawa untuk membuat gambaran atau lukisan kasar ringan tentang gagasan akan suatu hal. Sketsa dalam materi ini banyak diterapkan untuk membuat desain interior baik desain ruang maupun desain furniture pelengkap ruang.
Sketsa desain ruang yang diharapkan dapat dikembangkan siswa harus mempertimbangkan banyak faktor, diantaranya kondisi, fungsi, dan manfaat ruang serta budget yang ditetapkan. Hal ini akan mempengaruhi material yang dipilih baik kekuatan, performa dan kesesuaian dengan budget. Siswa diberi ruang untuk mengekplorasi kemampuan dan kreativitasnya.
Spot-spot rung terbuka yang dijumpai di SMK Negeri 1 Purworejo memberi gagasan bagi guru untuk mengembangkan materi lanskap. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian dibawa ke spot yang menjadi tugasnya. Siswa diminta menuangkan gagasannya untuk mengolah spot tersebut menjadi sebuah taman. Siswa diuji kreativitasnya dengan memberi kebebasan untuk mengeksplorasi material yang dikehendaki. Detail gagasan tentang sketsa gambar, pemilihan material, pemilihan tanaman dan hal-hal yang berkaitan menjadi obyek diskusi.
Sketsa masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan di kelas untuk mendapatkan masukan dari kelompok lain dan guru. Hasil presentasi yang didapatkan ternyata melebihi ekspekstasi guru. Siswa memiliki ide-ide segar baik dalam mengembangkan lanskap maupun dalam alasan pemilihan material dan budget yang diperlukan. Kreativitas dan skill yang mereka miliki terekam dari hasil praktik yang “menghijaukan” beberapa spot di SMK Negeri 1 Purworejo.
Pengembangan materi lanskap pada mata pelajaran Sketsa perlu dikembangkan lebih baik ke depan menyikapi peluang wirausaha yang luas dan terbuka. Hal ini tentu akan memberikan pengalaman lebih bagi siswa dalam mengembangkan diri dan kreativitasnya.
Kreativitas yang luas dan skill yang bagus diharapkan dapat menjadi “selling point” bagi lulusan DITF nantinya dalam berkompetensi di dunia kerja dan dunia usaha.
.jpg?1568692624043)

Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Bijak Bermedia Sosial
- Mari Kita Budayakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun)
- Media Kartu Aksara Kanggo Ningkatake Pasinaon Maca lan Nulis Aksara Jawa
- Mengapa Kurikulum Perlu Berubah ??
- PEMANFAATAN SISA LIMBAH KAYU MENJADI FURNITUR DI BENGKEL BANGUNAN SMK NEGERI 1 PURWOREJO
Kembali ke Atas

